Thursday, 30 April 2015

Kedekatan Dibalik Ke “Leletan” Sang Siput




Assalamualaikum
Ini sebagian kecil cerita selama masa SMA saya. Well, sejak setahun terakhir saya kelas 12, saya deket banget sama dua orang cowo dan satu cewe. Sebut aja cowo satu itu A dan cowo dua B sedangkan cewenya G. Oke, kami berempat udah kaya apa yah istilahnya, disebut sahabat belum, disebut temen udah kejauhan. Ya pokonya mah kami temen deket, “nye-es” kalo kata orang sunda mah. Saking deketnya masing-masing dari kami udah nggak sungkan lagi buat ngatain satu sama lain. Misal si A biasa di sebut bau lah, item lah, bahkan cowo-cowo di kelas manggil dia “dun” dari kata kirdun bahasa arab yang artinya monyet :D. Nah si G biasanya suka di katain “di ganggayong” bahasa sunda, kalo bahasa indonesianya mah di gantung lah ya, karena si G ini deket sama salah satu cowo di kelas tapi gak di tembak-tembak (duh kasian banget :p). Nah buat si B, jarang ada yang ngatain malahan dia terus yang ngatain kita -_-. Well, saya sendiri sering di panggil lemot lah, lelet lah, loading lah, ah pokonya kata-kagta yang menunjukan sifat lambat. Bahkan nggak cuma ce-es saya aja yang ngatain gitu, beberapa cowok dikelas pun ikutan ngatain gitu.
Kenapa saya dikatain begitu? Karena kalo orang ngomong sama saya, saya nggak langsung ngerespon mereka. Kenapa? Tentu saya punya alasan tersendiri yang udah pernah saya jelaskan sama mereka tapi mereka gak ngerti-ngerti. Apa yang mereka sebut lemot/ lelet, saya sebut itu “BERPIKIR SEBELUM BERBICARA” saya terbiasa memikirkan efek dan dampak apa yang mungkin diakibatkan oleh kata-kata yang keluar dari mulut saya. Dan hal itu lah yang membuat mereka berpikir respon saya lambat.
Apa salah kalo saya memperkecil kemungkinan menyakiti hati orang lain? Jujur, walaupun kita berempat udah deket banget, tapi tak jarang kata-kata mereka masih membuat saya tak nyaman. Saya yang memang tadinya orang yang pendiam, tak banyak bergaul dengan orang-orang apalagi cowok-cowok, memang belum bisa menyesuaikan diri dengan apa yang mereka sebut candaan.
Tapi tak jarang kalo saya ngeliat mereka “mati” karena candaan mereka sendiri dan di ketawain sama orang, saya suka ngerasa gak enak. Suka ngerasa bersalah, gak tau kenapa. Mungkin karena saya emang sering ngerasaain rasanya diketawain kaya gitu. Karena well, dari kita berempat, saya rasa saya yang paling banyak dijadiin bahan ketawaan :D L. Oke, gak masalah. Karena memang saya udah biasa di gituin. Jadi kalo kadang saya sering berpikir mending saya aja yang diketawain, gak usah mereka. Entahlah, kadang saya juga seneng liat mereka ketawa karena ngetawain saya :D.
Ntah saya yang aneh ntah gimana J tapi dengan candaan-candaan itu yang bikin kita berempat jadi makin tambah deket disisa-sisa waktu sebelum kita berpisah mengejar cita-cita masing-masing J.
Karena begini lah cara saya mengungkapkan rasa sayang saya. Kalo langsung mah suka malah gerogi dan pasti bakal di sebut alay :p. Jangan lupain abi yah gais :’) ({}) <3
Wassalamualaikum

Sunday, 8 February 2015

Materi Ujian Praktek Pendidikan Agama Islam (PAI) SMAN 1 Ciparay 2015

Assalamualaikum wr. wb
Sebagai kakak kelas tertua di SMA, kita anak kelas XII pastinya patut untuk berbangga karena kita sudah melewati masa-masa senang-susah dan suka-duka selama hampir 3 tahun di SMA tercinta. Saya bersekolah di SMAN 1 Ciparay. Bisa dibilang SMA favorit di daerah Ciparay. Memang bukan favorit seperti SMAN 3 atau SMAN 5 Bandung, tapi saya bangga menghabiskan 3 tahun bersekolah di SMA ini.
Selain itu, sebagai kelas XII kita pasti disuguhkan dengan berbagai macam tuntutan tugas dan ujia yang tak henti-hentinya mengalir deras :D. Salah satunya " Ujian Praktek Pendidikan Agama Islam (PAI) SMAN 1 Ciparay 2015" ini. Saya akan memposting materi-materi ujian PAI pada tahun ajaran saya. Selamat menyimak.
  • Doa Sholat Dhuha

Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shalihin.
  • Surah Al-A'laa
Audzubillahi minasyaitan nirrajim
Bismillahirrahmanirrahiim

1. Sabbihi isma rabbika al a'laa
2. alladzii khalaqa fasawwaa
3. walladzii qaddara fahadaa
4. walladzii akhraja almar'aa
5. faja'alahu ghutsaaan ahwaa
6. Sanuqri-uka falaa tansaa
7. illaa maa syaa-allaahu innahu ya'lamu aljahra wamaa yakhfaa
8. Wanuyassiruka lilyusraa
9. fadzakkir in nafa'ati aldzikraa
10. Sayadzdzakkaru man yakhsyaa
11. Wayatajannabuhaa alasyqaa
12. Alladzii yashlaa nnaara lkubraa
13. Tsumma laa yamuutu fiihaa walaa yahyaa
14. Qad aflaha man tazakkaa
15. Wadzakara isma rabbihi fashallaa
16. Bal tutsiruuna alhayaata ddunyaa
17. Wa'alaakhiratu khayrun waabqaa
18. Inna haadzaa lafii shshuhufi l-uulaa
19. Shuhufi ibraahiima wamuusaa

  • Doa Setelah Tahajud
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ 

Allahumma lakalhamdu annta qayyimussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna wa lakalhamdu annta nuurussamaawaati wal’ardhi, wa lakalhamdu anntalhaqq wa wa’dukalhaqq, wa liqaa’uka haqq, wa qauluka haqq, waljannatu haqq, wannaaru haqq, wannabiyuuna haqq, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallam haqq, wassaa’atu haqq. Allaahumma laka aslamtu wa bika aamanntu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu, anntalmuqaddimu wa anntalmu’akhkhiru laa ilaaha illaa annta wa laa ilaaha ghairuka wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. 


  • Bacaan Sholat Jenazah
Takbir ke 3 dan ke 4 Solat Jenazah
Bacaan setelah takbir  ke tiga
Setelah takbir ke tiga, membaca doa di bawah ini :


اللهم اغْفِرْ لَهُ وارْحَمهُ وعافِهِ واعفُ عنه وأَكْرِمْ نُزولَهُ ووسِّعْ مَدخلَهُ واغْسِلْهُ بِماءٍ وثَلْج وبَرَدٍ ونَقِهِ من الخَطايا كما يُنَقَي الثَوبُ الأَبْيَضُ مِنِ الدَنَسِ وأَبْدِلْهُ دارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وأَهْلًا خَيْراً من أهلِهِ وَزَوْجًا خَيْراً مِن زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ القَبْرِ وعَذَابَ النارِ


Allaahummaghfirlahu, warhamhu, wa 'aafihi, wa'fu 'anhu, wa akrim nuzuulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bimaa-in watsaljin wabaradin, wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, waqihi fitnatal qabri wa 'adzaabannaar.

Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia,  ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah kesalahannya dengan air, es dan embun  sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, gantilah istrinya dengan isri yang lebih baik, hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka.


Bacaan setelah takbir ke empat
Setelah takbir ke empat, membaca doa di bawah ini :

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ


Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu, walaa taftinnaa ba'dah

Ya Allah, janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya.

Thanks to:
http://www.belajar-fiqih.blogspot.com/2013/05/bacaan-sholat-jenazah-dan-artinya.html

Cerpen Terbaru: Jalan Menuju Surga


Jalan Menuju Surga
Karya: Syiffa Octariyani Sasmita

            Untaian permata bening mulai menggenang diatas sebuah gundukan tanah yang masih merah. Semerbak bau mawar dan kenanga diatasnya merayuku membayangkan bau surga. Rajutan tangis dan doa dari orang disekelilingku mulai terdengar seperti sebuah melodi layu.
            Kususuri sebuah nama yang terukir disebuah batu nisan yang tertancap diatas makam itu, Renaya Amalia Adirja. Seiring mengalunnya lantunan doa yang dibacakan oleh pak ustadz yang berdiri tak jauh denganku, saat itu pula kenangan tentang sahabatku mulai mengoyak kembali ingatanku.
***
            Kulirik jam tangan Gucci hitam yang melingkar dilengan kiriku untuk yang kesekian kalinya. Sudah setengah jam aku berdiri dipinggir jalan, tak biasanya ia tidak tepat waktu seperti ini. Kami berdua berencana pergi ke toko buku disekitar kota Bandung untuk mencari beberapa buku untuk tugas disekolah kami.
            Tak berapa lama, sebuah Scopy Hitam melaju mendekati tempatku berdiri. Beberapa meter dariku sudah terlihat sang pengendara melemparkan cengiran khasnya dengan menampilkan kawat gigi yang kali ini berwarna abu-abu yang kontras dengan wajahnya yang putih. Saat berhenti didepanku, ia langsung menaikan kaca helmnya.
“Maaf Win, tadi macet banget.” Semburnya sambari lagi-lagi menunjukan deretan kawat giginya.
“Macet dimana kamu Ren? Toh dari rumah kamu ke sini juga gak nyampe 10 menit kan.” Balasku sambil menekuk muka.
“Ah biasa, macet didepan TV. Tadi kan ada si Verel diacara gosip. Aku kan jadi gak bisa pindah dari depan TV. Hehe. Maaf yah Winda.”
“Ah dasar. Kamu yah, gak bisa liat cowok ganteng dikit langsung aja penyakit lebaynya kumat. Ya udah gak apa-apa. Yuk kita berangkat, udah mulai siang nih.” Balasku.
            Beberapa saat kami menuju salah satu toko buku di jalan Palasari. Selama menuju tujuan, jika biasanya dia tidak bisa menahan untuk tidak membicarakan pacar atau pun apa saja yang ada dipikirannya, tak biasanya Rena sangat pendiam. Dia hanya berbicara seperlunya saat aku tanya.
            Tak lama kami sampai disebuah toko buku langganan kami. Langsung saja kami berpencar untuk mencari buku tujuan kami. Aku langsung menuju lantai atas untuk mencari buku untuk tugasku. Sedangkan Rena masih dilantai bawah di rak novel dan komik. Memang maniak komik, gerutuku dalam hati.
            Setengah jam kemudian, aku sudah menemukan buku yang aku cari. Saat aku mencari Rena di sekitar rak novel dan komik, tenyata aku tidak menemukannya. Aku coba untuk menghubungi handphonenya, tapi sepertinya dinonaktifkan. Butuh beberapa saat untuk mecarinya ditoko buku besar seperti ini. Akhirnya aku menemukannya di sekitar rak muslim dan islam.
“Tumben kamu ada sekitaran sini. Biasanya aja ada dipojokan ruangan buat baca komik gratis.” Candaku, tapi ternyata dia tidak tertawa sama sekali.
“Iya nih, lagi kepengen baca-baca disini. Udah dapet bukunya?”
“Udah nih. Cepet pulang yuk, udah mulai penuh disininya.” Kataku.
            Kami pun kembali menuju rumah yang melewati depan rumahku. Tapi tidak tahu kenapa, rasanya aku sangat tidak ingin berpisah dari sahabatku yang satu ini. Saat sudah turun dari sepeda motornya, aku sudah berpamitan dan hendak menyebrang saat dia memanggilku kembali.
“Eh tunggu Win, nih buat kamu. Pokoknya, kalo kamu liat atau baca ini, kamu harus inget aku yah.” Kata Rena dengan wajah berseri-seri.
“Apaan ini? Kapan kamu belinya? Kok kayanya aku gak liat sih?” Kataku keheranan.
“Haha, masa iya mau ngasih kejutan mesti bilang dulu sih. Udah yah, aku mau pulang dulu. Assalamualaikum.”
“Makasih Reni-chan. Hati-hati ya. Waalaikumsalam.”
            Setelah Scopy Rena mulai melaju, aku menunggu sebuah truk pengangkut batu yang melintas didepanku untuk menyebrang jalan menuju ke rumahku. Setelah sampai disebrang, aku mendengar suara orang berlarian dan berteriak-teriak kearah truk pengangkut batu tadi pergi. Aku melirik ke arah orang berlarian tadi. Penasaran, aku mendekati sebuah kerumunan orang yang sedang melihat sesuatu. Astagfirullah, apa yang aku lihat disana adalah seseorang dengan Scopy hitam sedang terbujur tak bergerak bergelimangan darah disekitarnya. Rena.
***
            Setelah pemakaman selesai, aku menuju kerumahku. Aku langsung mengunci diri dikamar untuk menenangkan diri. Saat aku melihat kearah meja belajar, disana tergolek sebuah buku bersampul hitam dengan judul “Jalan Menuju Surga” dari Rena sahabatku.

Wednesday, 24 December 2014

Cewek Pas Lagi PMS, Cowok Harus Tau

Sebagai makhluk Allah yang diciptakan dengan kesempurnaan, kelembutan dan kasih sayang yang terkenal lebih besar dari pada cowok, kita sebagai cewek harus bisa mensyukuri apa yang telah Allah titipkan untuk kehidupan didunia ini. Nah sebagai cewek, pasti udah nggak aneh lagi sama yang namanya datang bulan. Well, secara gitu yah, seenggaknya seminggu dalam satu bulan bisa dibilang saat-saat yang paling bikin mood naik turun. Apalagi kalo dibikin kesel pas masa “evil” ini, huaaa~ pasti keliatannya itu kaya gini




Haha.. nah buat para cowok yang ngaku punya pacar cewek, terus dia bener-bener bikin kalian pengen ngelempar dia ke kandang singa pada saat-saat tertentu dalam satu bulan, berarti pacar kamu beneran cewek mas! :D


Saya kasih tau yah mas-mas semua, kalo cewek lagi pms itu yah, jangan berani-berani bikin kesel. Sensitifnya cewek pas masa ini (apa lagi pas awal-awalnya tuh yah) bener-bener nggak ada tandingannya deh. Bisa tiba-tiba marah-marah gak jelas, nangis tiba-tiba, seneng tiba-tiba, ah pokonya labil deh.


Tapi, kalian para cowok juga jangan ngebiarin cewek gitu aja pas lagi pms. Soalnya, dibalik sifat menjengkelkan kita para cewek pas lagi pms itu ada saat-saat menderitanya. Kalian nggak tau gimana sakit dan linunya cewek pas lagi pms -_-. Kalian sih boleh aja bilang “itu kan udah rutin tiap bulan, masa masih lebay aja”. Nih yah mas-mas, memang sih sakit datang bulan itu udah biasa datangnya sebulan sekali. Tapi kalo kalian tau sakitnya gimana itu yah, kalian pasti bakalan narik kata-kata kalian. Sakit sama linu nya itu luar biasa :G. Bahkan kadang-kadang sampe mikir itu saat-saat terakhir didunia :v haha.




Nah makannya setidaknya sebulan sekali kalian harus bisa meningkatkan kesabaran dan pengertian sama kita-kita para cewek yang selalu datang sensi tiap bulan. Okeh, sekian postingan dari saya ^^ jangan lupa tinggalkan jejak.


Sumber: hasil penelusuran gambar google.com

Saturday, 12 July 2014

Resensi Insurgent (#2 Divergent) - Veronica Roth


Insurgent by Syiffa Octariyani
Sinopsis Insurgent:
Satu pilihan bisa mengubahmu atau justru menghancurkanmu
Konsekuensi pilihan yang diambilnya membuat Tris terjebak dalam faksi penghianat yang membunuh keluarganya. Kini Tris harus mencoba menyelamatkan orang-orang yang disayanginya.
Juga dirinya sendiri, sementara benaknya dikacaukan oleh berbagai pertanyaan tentang kesetiaan, identitas, dan pengampunan.
Ketika ancaman perang dan perpecahan faksi semakin mengancam, Tris harus memutuskan, tetap pada identitasnya sebagai Dauntless atau munculkan dirinya yang sejati.
Sebagai Divergent.
Sebuah identitas yang dianggap berbahaya dan dihindari semua faksi.
Lanjutan seri Divergent yang menjadu Best Fantasy Book di Goodreads Choise Award
ini tak mengecewakan pembaca.
Seru, menegangkan, juga dibumbui dengan kisah cinta, patah hati, dan filosofi menggugah tentang manusia dan kehidupan.

Setelah penyerangan pemimpin faksi Erudite—Jeanine—terhadap faksi Abnegation dengan dibantu oleh faksi Dauntless—faksi Tris—baik dengan sengaja atau pun dalam pengaruh serum, telah membunuh banyak warga faksi Abnegation. Tris terus menerus dibayangi oleh kematian Will serta kedua orang tuanya sehingga ia tidak sanggup menembak.
Tris bersama rombongan kecilnya yang berangkat dari markas Dauntless dibuku pertama, melanjutkan perjalanan ke perbatasan faksi Amity. Tanpa disangka, karena faksi Amity sangat dekat dengan faksi Erudite mereka lebih memilih untuk tidak memihak faksi mana pun dan menjadikan faksi Amity menjadi rumah aman bagi semua faksi yang sedang berperang. Tapi ditambah dengan Amity yang kurang senang dengan faksi Dauntless yang mereka anggap serampangan dan selalu membuat keributan, mereka merasa tidak nyaman untuk memihak Tris dan Tobias.
Marcus, mantan pemimpin Abnegation sekaligus ayah Tobias yang kejam, ternyata mempunyai sebuah rahasia yang selama ini berusaha Jeanine rebut dari faksi Abnegation. Saat faksi Dauntless menyerbu faksi Amity untuk mencari mereka, Tris bersama rombongannya pun tidak tinggal diam. Mereka melarikan diri ke tempat para factionless. Ternyata para factionless mempunyai tujuan yang sama dengan mereka, yaitu menghancurkan Jeanine dan faksi Erudite.
Setelah mereka berkunjung ke faksi Candor untuk meminta bantuan dan mencari perlindungan, Tris dan Tobias dipaksa untuk jujur didepan seluruh warga Candor dan Dauntless dengan menggunakan serum kejujuran. Setelah beberapa saat berlindung didalam markas Candor, lagi-lagi bangsa Dauntless pembelot menyerbu dan menembakan jarum yang berisi serum agar bangsa Candor siap dikendalikan oleh Jeanine.
Apa yang akan Tris beberkan didepan seluruh warga Candor? Apakah warga Candor akan turut membantu mereka dalam bertarung melawan Jeanine? Akankah Tobias mempercayainya bahwa Marcus memiliki rahasia yang harus mereka ketahui? Siapa diantara kelompok mereka yang ternyata penghianat? Siapa yang sebenarnya harus Tris percayai? Silahkan baca sendiri novelnya ^^.'

Review Saya:
Sebelum saya melanjutkan membaca novel ini, saya sempat ragu mau dilanjut atau nggak. Karena dibuku pertama saya tidak cukup menikmatinya. Tapi akhirnya saya lanjutin juga karena penasaran :3. Dan ternyata saya nggak kecewa karena memilih untuk melanjutkan trilogy ini.
Kalau di buku sebelumnya menceritakan tentang Tris yang sedang dalam masa inisiasi dan kisah cintanya dengan Four, dibuku ini lebih banyak konflik yang menggugah saya untuk nggak berhenti baca. Gimana nggak, dibuku ini penulis lebih banyak menceritakan tentang faksi Amity dan Candor secara menyeluruh yang dibuku pertama hanya disebut-sebut saja. Kan saya jadi penasaran :3. Dan dinovel ini saya menikmati dan menemukan hal-hal yang menjadi ciri novel dystopian. Dibuku ini banyak karakter baru dengan bermacam karakter yang bikin cerita makin menarik. Seperti Peter dan Edward yang dimunculkan kembali.
Tapi seperti biasa ada hal-hal yang sukses membuat saya agak bosan. Seperti kisah Tris dan Tobias lalu ditengah buku saya kembali kebiasaan lama saya yang lewat-lewat beberapa baris karena bosan. Menurut saya novel ini lebih seperti novel romance yang dibumbui action :3. Tapi saya tetep saja suka :p.
Saya kasih ratting 8 dari 10 bintang. Tapi jujur saya lebih milih series The Maze Runner atau The Hunger Games :).